Powered by Blogger.
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

Dipa Santara

Blog ini berisi coretan yang penting dan tidak, sepertinya

18 Desember 2013
            Hari ini adalah hari lahirku yang ke 19, entah aku harus senang atau bersedih. Disatu sisi aku senang karena teman-temanku memberikan kejutan padaku, ya walaupun aku tidak terkejut, namun tetap saja aku bahagia sekali malam tadi. Sedangkan di satu sisi aku merasa sedih, karena aku semakin mendekati ajal dengan bertambahnya umurku. Bukan saja mendekati ajal, aku juga harus semakin bertanggung jawab dengan kehidupanku, bahkan dengan kehidupan disekelilingku. Aku pun harus banyak belajar lagi untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya, karena aku tidak mau, doa teman-temanku hanya menjadi angin lalu, tanpa arti.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
15 Desember 2013
Hari ini adalah hari dimana acara Indonesia D’dol WTO (Wani Tolak Ora) terlaksana. Acara yang diselenggarakan oleh Keluarga Besar Mahasiswa FISIP Unsoed dan panitia Baksos FISIP Unsoed 2013 ini, rencana awalnya akan diselenggarakan pada tanggal 8 Desember 2013, namun karena ada beberapa permasalahan teknis maka acara ini ditunda, dan akhirnya terlaksana hari ini.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
 15 Desember 2013

Bhinneka Radio

Sepagi ini aku dan teman-teman Bhinneka Ceria sudah membahas tentang bagaimana Bhinneka Radio bisa menjadi rapuh akhir-akhir ini. Dari membahas personal sampai membahas bagaimana Bhinneka Radio bisa menyelesaikan permasalahan yang internal yang sedang dilanda oleh aku dan teman-temanku. Agak aneh mungkin ketika persoalan personal internal Bhinneka Radio terus menerus dibahas, tapi tetap tidak bisa menyelesaikan permasalahan tersebut.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
  
14 Desember 2013-12-14
    
                Hari ini tidak terlalu banyak kegiatan yang aku lakukan dengan teman-teman kampus, hal ini dikarenakan aku memulai aktivitas dikampus, saat matahari sedang terik-teriknya, yaitu saat tengah hari. Entah kenapa aku merasa malas sekali untuk memulai kegiatan.  Aku sebenarnya sudah mengatur jadwal untuk hari ini, namun aku tidak bisa melawan kemalasku yang selalu lebih kuat dari niatku. Aku tidak tahu bagaimana cara melawan kemalasan, oleh sebab itu aku selalu terjebak didalamnya.
Aku sebenarnya sudah berjanji untuk datang ke sekolah Bhinneka Ceria jam 11 tepat, untuk membereskan kabel untuk keperluan siaran radio. Meskipun aku tidak terlalu mengerti akan masalah mengatur kabel, namun aku sadar tenagaku dibutuhkan untuk dijadikan pesuruh. Aku sudah niat unuk datang, namun entah kenapa kemalasku selalu lebih kuat. Meskipun aku nyaman dengan semua aktivitasku, tapi pr besar untukku adalah bagaimana untuk selalu bisa bersemangat untuk memulai aktivitasku.
Aku baru berhasil keluar dari tempatku bermalas-malasan tepat jam 1 siang, itupun karena aku sudah dicari oleh temanku yang sudah berkumpul dikampus. Setelah keluar dari tempat bermalas-malasan favoritku, aku langsung menuju kekampus. Namun sebelum kekampus, tugas pertamaku adalah menjemput sahabatku yang bernama Indah Lestari, sebenarnya aku masih memiliki banyak sahabat lain, mungkin nanti aku ceritakan di cerita yang lain. setelah menjemput Indah aku langsung menuju kampus untuk memulai menyebarkan leaflat untuk kegiatanku esok hari, yaitu “Indonesia D’dol WTO (Wani Tolak Ora), yang diselenggarakan oleh KBM Fisip dan Baksos Fisip 2013.
Untuk menyebarkan leaflat aku dan teman-temanku yang lain, menggunakan cara yang beda dan unik. aku dan teman-temanku menjadi Mimer, dan melakukan long march dari kampus menuju lapangan glempang, dan memutar sampai kekampus lagi.
Sebelum kami berangkat untuk menyebarkan leaflat, kami mengahadiri acara bedah buku yang diselenggarakan oleh UKM Riset dan Kajian Ilmiah, Rhizome. Buku yang di bedah adalah “Alternatif”, dengan tema “Membaca Kondisi Negara Kiri Kontemporer” dengan pembicara Tatiana Lukman yang merupakan aktivis kiri Belanda dan juga penulis buku Alternatif tersebut, Taqi yang merupakan penggiat anarkisme, dan Eko Prasetyo yang merupakan penulis buku dan pendiri SMI (Social Movement Institute). Namun, aku tidak mengikuti acara ini sampai akhir, kaena masih punya tanggungan untuk menyebar leaflat.
Setelah pergi dari acara bedah buku, aku dan teman-temanku langsung berangkat untuk menyebarkan leaflat. Sepanjang perjalanan meskipun terasa garing tapi ternyata keren juga, karena m
asyarakat cukup antusisas dengan kegiatan kami ini. Ada yang minta foto, bahkan sampai ada anak-anak kecil yang mengikuti kami dari jalan Cendrawasih sampai  jalan H. Madrani.
Long march ini berakhir di PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa), hal ini dikarenakan hujan yang mengguyur Purwokerto. Di PKM entah kenapa aku dan teman-temanku yang menyebarkan leaflat mulai asik dengan teman-teman akrabnya sendiri dan, dengan obrolan yang berbeda-beda. Ada yang heboh dengan gosip-gosip seputar teman-temannya, ada pula yang berdialektika tentang Antonio Gramscy dengan konsep Hegemoninya dan diakhiri dengan obrolan seputar feminisme, yang memang mengasyikan untuk dibahas.
Semua obrolan kami di PKM, berakhir ketika hujan mulai reda, dan teman-teman mulai pulang satu persatu, dengan menerobos gerimis yang masih mengkhiasi langit sore Purwokerto. Dan kegiatanku ditutup dengan mengobrol di warung makan Bu Pon, dan berdialektika di sekolah Bhinneka Ceria.

 


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Ini adalah beberapa mahasiswa FISIP Unsoed dengan memakai hiasan topeng pantomime. kegiatan ini adalah untuk mempropagandakan kegiatan Indonesia D'dol WTO (Wani Tolak Ora). Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberi dukungan pada kawan-kawan yang sedang berjuang di Bali saat itu, dan acara ini diadakan untuk menyatakan bahwa tidak perlu terlalu banyak bicara untuk melakukan sesuatu!
Pantomime FISIP Unsoed

Panatomime FISIP Unsoed

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak
Kau hendaki tumbuh
Engkau lebih suka membangun
Rumah dan merampas tanah

Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak
Kau kehendakiadanya
Engkau lebih suka membangun
Jalan raya dan pagar besi

Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang
Dirontokkan di bumi kami sendiri

Jika kami bunga
Engkau adalah tembok itu
Tapi di tubuh tembok itu
Telah kami sebar biji-biji
Suatu saat kami akan tumbuh bersama
Dengan keyakinan: engkau harus hancur!

Dalam keyakinan kami
Di manapun – tirani harus tumbang!
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Google.com
       Pada masa orde baru kebebasan media sempat direnggut oleh pemerintah, hal ini dikarenakan usaha pemerintah untuk mempertahankan kekuasaannya. Pemerintah orde baru sadar akan bahayanya media sebagai alat perjuangan masyarakat untuk mengeluarkan aspirasinya dan kritikan terhadap pemerintah. Jika ada media yang menyerang pemerintah, maka media tersebut langsung di bredel. Namun, pasca lengsernya Soeharto dan berakhirnya masa orde baru, kebebasan media bisa didapatkan kembali, ditambah dengan  dikeluarkannya UU Pers No.40/1999 dan UU Penyiaran 32/2002, yang merupakan tonggak meningkatnya jumlah media secara signifikan di Indonesia.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts

About me

About Me

Saya adalah mahasiswa yang percaya bahwa dunia akan berubah menjadi lebih baik.

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

recent posts

Sponsor

Facebook

Blog Archive

  • January 2016 (1)
  • February 2015 (1)
  • November 2014 (1)
  • June 2014 (2)
  • May 2014 (1)
  • January 2014 (1)
  • December 2013 (7)

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates